8 Tanda Seseorang Sudah Siap Berwirausaha atau Berbisnis

Keraguan selalu menghantui setiap orang yang sedang akan menjalani usaha sendiri. Ya, memang bukan rahasia lagi dalam berbisnis seseorang harus berpikir lebih banyak, bertindak lebih banyak, mengeluarkan dana lebih banyak, dan bekerja lebih banyak. Dibandingkan jika ia masih bekerja pada sebuah instansi, maka biasanya ia hanya mengerjakan satu pekerjaan.

Tidak memikirkan soal bagaimana dana operasionalnya, bagaimana menggaji karyawan, bagaimana stok produk, bagaimana marketingnya, target produksi dan lain sebagainya. Sebelum memulai berbisnis, sudahkah Anda mempersiapkan banyak hal? Berikut ini kami akan mencoba memberi gambaran tentang ciri-ciri orang yang dianggap sudah siap untuk memulai wirausaha atau menjalankan bisnis:

1. Siap secara materi

Persiapan yang menjadi paling utama adalah materi atau modal yang bakal dikeluarkan untuk menjalani bisnis. Bagaimana mungkin Anda siap jika modal pun tidak ada? Sudah jelas jika demikian berarti Anda termasuk belum siap. Mungkin ini adalah masalah yang sangat klasik. Sering kali orang menguras tabungannya hanya untuk memulai bisnis, atau menjual aset serta hutang kepada bank.

2. Punya dana cadangan

Setiap orang tentu tidak ingin rugi, bangkrut, gagal atau terjadi sesuatu yang buruk. Tetapi ini adalah dunia wirausaha, penuh resiko dan resikonya adalah hal-hal tersebut. Nah, Anda boleh berpikir positif alias optimis, namun alangkah bijaknya jika Anda juga mempersiapkan sesuatu apabila memang terjadi sesuatu yang buruk pada usaha Anda.

Ada dana untuk modal usaha, dan pastikan ada dana cadangan jika terjadi sesuatu. Ingat, orang optimis adalah mereka yang membuat kapal, dan orang pesimis adalah mereka yang menyediakan pelampung dan kapal sekoci.

3. Sudah ahli dalam bidang bisnis

Sebenarnya dalam hal berbisnis Anda tidak hanya dituntut untuk menggelontorkan modal kemudian biarkan pegawai Anda yang menjalani. Salah besar, karena yang ideal dalam bisnis yang dijalani Anda harus benar-benar paham, benar-benar mengerti, dan mengusai. Kualitas produk atau jasa harus dipastikan bagus.

Sebagai contoh, saat Anda membuka bisnis café minuman kopi, setidaknya Anda sudah memiliki skill membuat kopi nikmat atau mengetahui cita rasa kopi yang nikmat. Celakalah bila Anda sangat buta dengan bisnis yang sedang dijalani.

4. Memiliki target marketing

Apa jadinya jika Anda membuka bisnis baru, namun belum tahu mana saja yang menjadi target pemasaran atau marketing bisnis Anda. Sebagai contoh ketika Anda membuka distro dengan brand musik indie underground, tentu saja Anda mentargetkan produk kepada kawula muda yang menjadi penggemar musik metal, punk, hardcore, dan yang sealiran.

Tentu memiliki target marekting lebih bagus ketimbang bisnis besar tetapi masih belum jelas siapa yang menjadi target pemasarannya. Contoh lain adalah sebuah bisnis yang berada di lokasi dekat kampus dan biasanya target marketingnya adalah mahasiswa.

5. Memiliki mental pebisnis

Perlukah mental pebisnis dimiliki? Harus, karena mental seorang pebisnis memang berbeda dengan mental profesi lain. Sebagai contoh adalah memiliki mental Ownership yakni perasaan memiliki yang sangat tinggi terhadap unit usaha atau bisnisnya. Tidak cuek dengan apa yang terjadi pada bisnisnya.

Kemudian adalah mental Responsible, yakni sikap untuk mengambil alih situasi apabila terjadi genting serta bertanggung jawab dengan hasil yang dicapai, apapun hasilnya baik sukses maupun gagal.

6. Sikap dewasa ala pengusaha

Bersiaplah untuk belajar menjadi dewasa meski mungkin usia Anda masih amat sangat muda. Jangan sampai Anda memiliki sikap Blame, yakni sikap yang selalu menyalahkan orang lain apabila terjadi sebuah masalah. Kemudian jangan sampai mencari-cari alasan mengapa usaha yang dijalani tidak berhasil.

7. Sudah menetapkan target

Dalam menjalani bisnis tanpa target seperti sebuah mimpi buruk. Buatlah target, seperti target penjualan, target laba yang harus diraih, target lainnya. Dari situlah Anda bisa mengetahui apakah bisnis Anda sudah benar-benar berjalan baik atau dibawah target. Bisnis tanpa target justru akan terkesan asal-asalan dan Anda tidak mengetahui apa yang dituju.

8. Tidak takut resiko

Resiko dan resiko, itulah yang sering ditakutkan. Tetapi bila tidak dihadapi maka Anda tidak akan bisa maju. Miliki sikap tidak takut resiko namun harus tetap memperhatikan segala perhitungan yang ideal, dan memiliki kebijakan manajemen uang serta waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *