4 Etika Dalam Usaha Budidaya Ikan Hias Agar Pemasaran Sukses

Etika Dalam Usaha Budidaya Ikan Hias

Usaha budidaya ikan hias sebenarnya memiliki prospek yang besar. Dengan kekayaan negara kita yang melimpah ini, dipastikan ragam jenis ikan hias sangat banyak. Apa lagi unik dan langka. Ini akan sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik.

Nah, kalau Anda tertarik menjadi pelaku usaha budidaya ikan, ada beberapa etika dasar yang wajib dipahami supaya nantinya proses pemasaran menjadi lancar. Semoga rangkuman dari komunitas pelaku usaha ikan dari forum Kaskus ini bisa banyak membantu.

Rantai Usaha Budidaya Ikan Hias

1. Untuk Pemula, Langsung Fokus Pembesaran

Pelaku usaha yang berencana terjun di dunia  ikan hias ini baiknya langsung fokus pada pembesaran. Siapkan saja sarana dan prasarana pembesaran ikan hias. Beli bibit berkualitas tinggi dari peternak langsung. Pastikan memilih bibit yang sesuai dengan permintaan pasar dan karakteristik air.

Selanjutnya, Anda tinggal rajin-rajin sortir ikan. Sebab biasanya ikan ini memangsa ikan yang kecil. Lakukan hal ini secara terus menerus sampai Anda mulai mendapatkan arus keuntungan untuk diputar di jenis ikan lainnya. Kalau sudah menguasainya, cobalah sisihkan uang untuk beli indukan untuk memulai bisnis pembiakan ikan hias yang lebih besar.

2. Kenalan dengan Beberapa Broker

Broker ini sangat penting dalam usaha budidaya ikan hias. Ia bertugas berkeliling dari peternak satu ke yang lainnya. Selain itu, seorang broker akan mengantar ikan ke suplier dan eksportir ikan hias.

Kenapa Anda disarankan menjual ikan langsung ke broker,bukan suplier langsung? Ini untuk menghemat waktu Anda. Para broker ini biasanya juga mensortir, mengantar dan mengepak ikan. Mereka juga menyediakan oksigen (O2)- biasanya di taruh di plastik untuk kemas ikan, agar ikan tidak mati saat proses penjualan.

Selain itu, broker juga memiliki fungsi penting lain. Mereka paham daftar ikan yang dicari para suplier, daftar harganya dan gosip lainnya. Makanya seorang broker ini menjadi syarat mutlak untuk kesuksesan bisnis. Ingat, tiap daerah karakteristik broker berbeda.

3. Paham Suplier

Suplier ini tingkatannya sudah lebih besar dari peternak ikan. Mereka adalah pemasok utama eksportir dan diminta selalu kontinyu. Nah, para suplier ini juga mendapatkan ikan dari peternak dan membayarnya langsung cash. Ikan-ikan tersebut nanti akan dilihat oleh eksportir. Kalau sudah sesuai, mereka akan menjualnya.

Kalau usaha budidaya ikan hias Anda nanti sudah berkembang pesat dan mampu memenuhi permintaan eksportir secara kontinyu, Anda sudah bisa menjadi suplier. Cara kerjanya mereka menawarkan harga untuk jenis ikan tertentu dengan kriteria ukuran dan jenisnya. Atau sebaliknya mereka mendapatkan list harga dari eksportir.

4. Eksportir dan Importir

Eksportir tugasnya menjual ikan ke luar negeri. Umumnya eksportir ini cara kerjanya tidak langsung membayar ikan dari suplier. Mereka hutang dulu. Biasanya menunggu sekitar 1-2 minggu karena menunggu uang cair. Ini juga menjadi salah satu sebab kenapa petani ikan tidak langsung menjual ke eksportir.

Pengepakannya juga terbilang harus sabar. Ikan ini dikemas malam hari, dan subuh diantar ke bandara. Ikan ini akan diangkut di pagi hari. Nah, 5 tujuan populer yang paling sering dijadikan tujuan ekspor adalah Jepang, Amerika, Singapura, Malaysia dan Tiongkok.

Sementara importir pekerjaannya adalah kebalikan eksportir untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Etika Berbisnis dalam Usaha Budidaya Ikan Hias

1. Petani-Suplier

Petani nantinya akan mendapat informasi jenis ikan yang diinginkan pasar melalui broker. Suplier juga memberikan info indukan yang diinginkan dan memberikan arahan agar kualitas ikannya baik. Tujuannya adalah untuk menyamakan standar kualitas antar petani.

2. Suplier-Eksportir

Eksportir harus memberikan sales plan setidaknya 3-6 bulan ke depan. Nah, informasi ini yang akan disampaikan suplier ke petani. Selain itu memberikan detail ukuran berupa S,M dan L. Ukuran ini jatuhnya dalam bentuk inchi/cm. Standar inilah yang nantinya dipakai untuk patokan harga.

3. Suplier-Suplier

Tidak dibolehkan menyembunyikan data masing-masing petani. Agar stok senantiasa terjaga, para suplier ini harus bekerjasama. Biasanya suplier ini akan saling mengisi kekosongan karena akan menguntungkan banyak pihak.

4. Eksportir-Eksportir

Kalau fokus Anda dalam usaha budidaya ikan hias adalah sebagai eksportir, jangan asal ekspor saja. Pastikan semua ikan memenuhi standar dan harganya juga sepadan supaya tidak merugikan eksportir lainnya. Selain itu, ini akan mencitrakan baik untuk ikan kita.

Bangunlah kerjasama eksportir dan biarkan mereka membandingkan harga antara satu eksportir dengan yang lainnya. Jangan lupa membangun kerjasama yang kuat mulai dari peternak, suplier dan eksportir. Nantinya ini juga untuk kemajuan usaha budidaya ikan hias Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.