Heru Purnomo, Pedagang Sukses Berbisnis Furniture

Pedagang-Sukses-Berbisnis-Furniture

Rumah adalah surga dan bagi semua orang. Maka tak heran jika rumah akan dibuat senyaman mungkin oleh pemiliknya. Semua perlengkapannya akan dilengkapi selengkap mungkin. Berbicara mengenai perlengkapan di dalam rumah, furniture adalah salah satu benda yang tidak bisa dilupakan. Berbagai macam perlengkapan seperti meja,kuris, almari, tempat tidur dan benda-benda lainnya menandakan bahwa perlengkapan rumah itu tidak bisa dipisahkan dari benda-benda furniture.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil furniture terbaik di dunia. Tentu bukan suatu hal yang mustahil kalau furniture yang datang dari Indonesia merajai pasaran furniture di dunia. Dengan bahan kualitas utama serta kerapian dalam mengerjakannya, memang menjadikan barang-barang furniture dari Indonesia mampu menarik minat banyak orang.

Dari Hobi Kini Menjadi Hoki

Dari sekian banyak produk furniture yang dikirim ke luar negeri pastinya ada orang hebat di baliknya. Orang-orang inilah yang memiliki fisi dan misi besar sehingga usaha yang mereka rintis mampu meraup keuntungan yang berlipat ganda. Untuk mengetahui rahasia bisnis mereka, kami telah berbincang dengan salah satu pengusaha furniture yang sudah menancapkan bisnisnya hingga ke Amerika dan Eropa. Sudah menggeluti usaha furniter sejak tahun 2002, kini Heru Purnomo mampu menjadi salah satu pengusaha sukses dari bisnis furniture. Pria berusia 40 tahun inilah yang akan kami ulas rahasianya menjalankan bisnis mebel.

Selepas masa kuliahnya di Teknik Sipil UGM, Heru awalnya hanya mencoba-coba membangun usaha mebel. Karena krisis moneter di tahun 1998 tepat disaat dia lulus, dia berpikiran akan sulit mencari pekerjaan sehingga mencoba untuk membuka peluang usaha. Heru memulai karirnya dengan membuka usaha memborong pendirian rumah. Usaha ini dia lakukan dari tahun 1999 hingga 2004.

Jiwa wirausahanya mulai terasah seiring jalannya waktu. Sehingga disela-sela menggeluti bidang kontraktor bangunan, Heru mencoba membuka usaha makanan Jepang. Bisnis kuliner ini dimulai dari warung kaki lima di jalan Kaliurang yang masih dekat dengan kampusnya UGM. Agar usahanya bisa dijalankan dengan baik, Heru rela mendatangkan koki dari Jakarta. pengorbanan mendatangkan koki ini ternyata membuahkan hasil dengan mulai berjalannya usaha kuliner tersebut. Lalu mulai datanglah orang-orang yang ingin mengajaknya bekerjasama. Dari kerjasama itulah lahir rumah makan Mia Sama di Jalan Jenderal Sudirman.

Model kerjasama yang dia lakukan adalah profit sharing 25% untuk investor dan 75% untuk pengelola. Sayangnya seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak pesaing yang datang. Akibatnya perang tarifpun terjadi. Merasa tidak ada gairah lagi di bisnis ini, Heru akhirnya menyerahkan bisnis ini sepenuhnya kepada koki kepercayaanya. Setelah lepas dari bisnis kuliner, Heru mencoba kerjasama dengan kakaknya dalam membangun bisnis furniture. Setelah dijalani beberapa tahun, Heru merasa cocok dengan bisnis ini sehingga mulai fokus ke bisnis furniture sejak tahun 2005 dan melepaskan diri dari kakaknya untuk membuka usahanya sendiri.

Di bisnis furniteru ini, Heru mencoba memasuki pasar ekspor. Sehingga untuk memuluskan langkahnya dia sering mengikuti pameran sebagai wadah promosi paling efektif. Salah satu pameran yang menjadi media promosi di kelas ekspor adalah Pameran Produk Ekspor (PPE) yang hanya dilakukan setiap satu tahun dengan tempat pameran di kota Jakarta. Meskipun untuk mengikuti pameran ini Heru harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dia tetap all out dalam menyiapkannya. Selain rajin mengikuti pameran, Heru mulai melirik promosi di dunia maya dengan mendirikan website www.bale-furniture.com untuk lebih mengenalkan produknya lebih luas.

Heru membidik pasar mancanegara karena buyer-nya melakukan pembayaran dengan lancar. Ketika memesan, mereka akan mengirimkan DP dan setelah barang dikirim dan sesuai dengan pesanan maka akan segera mereka lunasi. Untuk bersaing dengan pengusaha lainnya, Heru mematok keuntungan 15% untuk buyer langganan dan 30% untuk buyer baru. Sedangkan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam produksi, Heru mengawasi pembuatan produknya ke pihak pemasok. Agar tidak merugi, sebelum memasarkan barangnya, Heru mencoba mencari pangsa pasar terlebih dahulu sehingga produknya kemungkinan besar akan laku dijual.

Agar hasil karyanya tidak dijiplak orang lain, Heru telah mematenkan produknya di Eropa yang bekerjasama dengan pengusaha di sana. Dari hak paten itu, Heru juga meraup keuntungan dari setiap produk yang menggunakan desainnya. Sayangnya meskipun begitu, masih ada saja pengusaha nakal yang menggunakan desainnya dengan diubah sedikit agar tidak sama. Menurut Heru, cukup sulit membendung orang-orang plagiat ini karena dengan sedikit perubahan saja, bentuknya sudah berbeda dari desain aslinya.

One thought on “Heru Purnomo, Pedagang Sukses Berbisnis Furniture

  1. Dear pak heri
    Assalamualikum wr wbr & salam sejahtera
    Pak saya ini ingin buka usaha finiaing dan produksi pak tapi gini pak memang saya belum punya tempat dan modal pak tapi aku punya modal tekat ,sekil di bidang yg aku cintai tapi mencari yg dukungan pembeli exspor blm dpt ” a/ owner gimana pak sy mohon di bantu biar say bisa berdiri pak sy sekali lagi ucapkan yetima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *