Ini Penyebab Blog Mendapatkan Bounce Rate Tinggi

Blog-Mendapatkan-Bounce-Rate-Tinggi

Apa sih bounce rate? Bagi Anda yang bukan seorang blogger tentunya tidak akan paham tentang bounce rate. Bahkan tidak semua blogger mengerti apa itu bounce rate. Sebenarnya istilah ini berarti adalah istilah yang merujuk kepada penunjukan persentase pengunjung yang masuk ke sebuah website atau blog kemudian si pengunjung tadi langsung keluar tanpa masuk ke halaman lain dari satu website tersebut.

Mungkin sederhananya, bounce rate adalah jumlah persentase pengunjung yang hanya masuk ke satu konten saja disebuah website. Para blogger maupun pemilik website umumnya berusaha untuk meminimalisir tingginya persentase angka bounce rate. Alasannya, tingginya bounce rate dianggap menjadi indikasi bahwa situs tersebut kurang berkualitas sehingga pengunjung enggan masuk ke konten lain. Jadi semakin rendah angka bounce rate menjadi sebuah kebanggaan karena berarti setiap pengunjung yang masuk sebagian besar juga mengakses konten lain.

Apakah tingginya bounce rate menjadi ketakutan yang wajar atau berlebihan? Setidaknya Anda bisa berusaha meminimalisir bounce rate dengan mengetahui apa saja penyebabnya. Tidak hanya mengetahui saja, namun berusahalah untuk memperbaiki. Berikut adalah ulasan penyebab umum situs Anda mendapat bounce rate tinggi:

1. Konten tidak berkualitas

Sadari bahwa konten Anda mungkin dianggap tidak berkualitas, tidak informatif atau tidak bermanfaat. Itulah mengapa pengunjung akhirnya hanya masuk kemudian keluar lagi tanpa ingin mengklik konten lain di situs Anda.

Penting untuk melakukan evaluasi mengenai konten yang sudah Anda buat, apakah sudah benar-benar baik. Jika satu konten terlihat kurang bagus, tentu sangat wajar akhirnya visitor lakukan closing.

2. Kata kunci tidak relevan

Sudah berkali-kali para blogger dinasehati agar mereka membuat artikel yang relevan dengan judul serta kata kunci. Ketidakrelevannya artikel membuat website Anda akan mendapatkan bouncing rate tinggi. Artinya bukan artikel Anda yang mereka cari.

3. Situs sulit diakses

Mungkin konten Anda sudah bagus, namun perhatikan apakah situs Anda mudah untuk diakses? Dengan desain yang bermacam-macam variasi gambar, animasi, widget maupun background pastinya menjadi sebuah ‘bencana’ bagi pengunjung dengan koneksi internet lambat. Baru mengklik dan belum selesai memuat halaman, banyak diantara mereka langsung menutup.

Atau sudah selesai memuat halaman dan ingin mengakses konten lain, namun kendala loading lama akhirnya membuat mereka mengurungkan niat. Jadi pastikan situs Anda ramah bagi seluruh netizen baik yang memiliki koneksi ‘kilat’ maupun koneksi ‘siput’.

4. Pop up iklan pengganggu

Hati-hati saat Anda memasang pop up iklan atau pop up fans page Facebook pada website. Ada pengunjung yang tidak sabar menunggu detikan penutupan pop up otomatis sehingga langsung menutup halaman.

Atau mungkin pop up di situs Anda tidak memiliki opsi close, akhirnya visitor memiliki keluar dari halaman. Intinya jangan pernah memaksa pengunjung untuk mengklik iklan atau menyukai fans page Facebook Anda. Mereka masuk untuk melihat artikel, bukan untuk mencari produk dari iklan.

5. Sudah mendapatkan informasi yang dicari

Bounce rate sebenarnya tidak selamanya menjadi kesialan. Bisa saja bounce rate menunjukan bahwa konten Anda berkualitas. Sebagai contoh orang sedang mencari artikel tentang ‘cara menambah daya listrik’ dan situs Anda mengulas hal itu sangat lengkap.

Alhasil pengunjung sudah merasa puas membaca artikel Anda dan tidak membutuhkan artikel lain. Jadi mereka langsung menutup bukan karena menilai artikel Anda buruk melainkan sudah mendapatkan informasi yang dicari.

6. Pengunjung yang salah masuk

Yang pasti ada banyak alasan mengapa ada visitor yang masuk ke salah satu halaman website Anda tanpa mengunjungi konten lain. Salah satu alasan yang masuk akal adalah pengunjung yang salah masuk.

Mungkin mereka tidak sengaja mengklik halaman Anda dari Google atau juga bisa karena salah menuliskan kata kunci sehingga yang muncul dalam pencarian adalah salah satu judul konten Anda. Dalam hal ini Anda tidak perlu menyalahkan kemampuan menulis diri Anda sendiri.

7. Artikel sangat sedikit

Ketika Anda hanya memiliki satu halaman atau satu konten atau satu artikel, maka sudah pasti Anda akan mendapatkan bounce rate mencapai 100%. Mana konten lain yang akan diakses? Tidak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *