Menjadi Pebisnis yang Peduli Lingkungan dan Mendukung Go Green

Pebisnis-yang-Peduli-Lingkungan

Bisnis harus terus berjalan, namun bukan berarti Anda menjadi egois dan tidak memperhatikan apa yang terjadi disekitar. Level Anda akan naik jika menjadi pebisnis yang peduli dan tidak apatis, terutama dalam permasalahan lingkungan.

Pastikan Anda sering mendengar kata ‘Go Green’, ini adalah sebuah langkah atau kampanye yang sering kali digalakkan oleh pemerintah maupun oleh suatu lembaga swasta guna menghijaukan kembali bumi karena sudah banyak aktivitas manusia yang dianggap merusak lingkungan seperti penggundulan hutan, polusi udara, pengotoran lingkungan dengan sampah dan lain-lain.

Jadi apakah kita harus ikut dalam sebuah lembaga atau yayasan yang aktif dalam mendukung Go Green? Bukan itu, yang dimaksud adalah Anda menjadi diri sendiri, melakukan aktivitas bisnis seperti biasa namun tetap memperhatikan lingkungan dan mendukung kampanye Go Green.

Memperhatikan lingkungan bisa dimulai dari gaya hidup kita dan apa yang digunakan dalam aktivitas pekerjaan. Berikut ini adalah beberapa langkah menjadi pebisnis yang peduli dengan lingkungan serta mendukung Go Green:

1. Paperless

Paperless merupakan suatu usaha untuk mengurangi penggunaan kertas diberbagai aktivitas, meski sebenarnya bukan untuk meniadakan pemakaian kertas sama sekali karena kertas masih dibutuhkan. Mengapa harus mengurangi kertas? perlu diketahui bahwa bahan baku kertas adalah kayu sehingga untuk bisa menghasilkan kertas maka harus menebang pohon dengan jenis serta kualitas yang dikehendaki.

Alhasil dengan semakin meningginya kebutuhan kertas maka akan semakin banyak pohon yang terus ditebang. Penebangan pohon secara besar-besaran dipastikan bakal berdampak pada kerusakan lingkungan dan berakibat pada perubahan iklim serta global warming. Jadi pastikan dalam usaha dan bisnis Anda minim menggunakan kertas. Penggunaan kertas seperti mencetak hanya untuk hal-hal sangat penting seperti membuat dokumen penting dan sebagainya.

2. Penggunaan Komputer yang Bijak

Bila sudah selesai melakukan pekerjaan sebaiknya perangkat komputer di matikan atau pada posisi Shutdown. Banyak orang yang malas untuk melakukan Shutdown komputer, padahal pada posisi komputer “standby” tentu saja masih menyerap energi listrik. Selain itu bila perlu, bersosial media atau sekedar bermain game lebih baik dengan ponsel dari pada dengan komputer karena hanya memakan energi listrik untuk hal yang tidak terlalu penting.

3. Gunakan Pencahayaan Alami

Usahakanlah tempat kerja Anda mendapatkan pencahayaan alami dari sinar matahari. Itulah perlunya sebuah ventilasi atau jendela pada sebuah ruangan. Bukankah sangat tidak mencirikan gaya hidup Go Green bila Anda masih menggunakan lampu di siang hari? Ingatkah Anda dengan pelajaran biologi yang menyatakan bahwa sinar matahari di pagi hari baik untuk kesehatan dan menjadi salah satu sumber vitamin D.

4. Bijak Menggunakan AC

Alangkah lebih baik bila Anda tidak menggunakan AC (Air Conditioner), namun jika sudah sangat tersiksa dengan panas perkotaan yang tidak dapat ditolerir ya mau bagaimana lagi. Meski demikian Anda juga harus memperhatikan penggunaannya yang baik dan benar. Pertama adalah mengatur suhu AC pada angka 25°C atau suhu yang dinilai masih nyaman namun tidak terlalu dingin.

Hal ini karena semakin rendah suhu, semakin banyak energi listrik yang dubutuhkan. Lagipula orang Indonesia terbiasa dengan iklim tropis dan tidak cocok dengan hawa yang terlalu dingin. Dan pastikan AC hanya digunakan pada saat ruangan ada aktivitas atau ada orang. Saat meninggalkan ruangan, AC wajib di matikan.

5. Penghijauan di Lingkungan Kerja

Usahakanlah Anda memiliki pohon di sekitar ruang kerja, terutama bagian halaman. Atau bisa juga didalam kantor yang didekatkan dengan jendela berupa tanaman setinggi 1 sampai 2 meter. Selain bisa menjadi penyumbang oksigen, tanaman di sekitar lingkungan kerja juga membuat lebih hijau dan asri.

6. Meminimalisir Penggunaan Kendaraan Bermotor

Bersyukurlah bila rumah Anda dekat dengan tempat kerja, atau akan lebih baik bila rumah Anda menjadi kantor. Tentu ini bisa menghemat biaya transportasi karena Anda bisa berjalan kaki, naik sepeda atau naik kendaraan tidak bermotor lain. Kendaraan bermotor dapat menghasilkan gas buang CO dan CO2 yang akhirnya menimbulkan polusi udara. Pastikan penggunaan kendaraan bermotor hanya dilakukan untuk kepentingan yang mendesak. Lagipula Anda juga rentan terjebak kemacetan di jalan dalam waktu yang lama.

Selamat mencoba menjadi pebisnis Go Green.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.