Temukan “The Biggest” Sebelum Menulis Artikel

Menulis-Artikel

Menulis artikel untuk up date sebuah blog adalah satu kewajiban pastinya karena sistem ini sangat berpengaruh terhadap “kehidupan” blog itu sendiri. Hanya saja, posting disini bukan sekedar tulisan meski itu untuk kebutuhan blog pribadi. Bukan, disini bukan bercerita tentang tata bahasa apa yang akan digunakan tapi berbicara tentang isi dari konten tersebut. Bukankah kita ingin menyajikan apa yang diperlukan pembaca.

Untuk itu, penting kiranya memahami tema atau topik apa yang akan ditulis dalam sebuah posting. Ingat, ini juga menjadi salah satu strategy dalam menjalankan blogging yang tidak hanya memikirkan kebutuhan harian saja, akan tetapi untuk masa berikutnya.

Biasanya, pola yang dipakai seorng blogger dalam menciptakan satu konten melalui beberapa tahapan seperti memikirkan ide atau topik apa yang akan dimunculkan. Tentu, bagian ini menjadi yang paling tersulit terlebih jika berbicara tentang menargetkan kata kunci. Setelah itu, memulai untuk menulis paragraph pertama yang terkadang harus berhenti beberapa saat untuk menulis satu kalimat saja.

Tak lama kemudian, mulai sibuk untuk mengeja, mengedit bahkan mengkoreksi kata demi kata yang sebenarnya bisa dilakukan di akhir tulisan. Sama seperti Anda? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri karena begitu banyak blogger yang sering melakukan hal yang sama berulang ulang.

Tapi, tahukah Anda bahwa ada yang lebih penting lagi dibandingkan menata kata demi kata? Yup, research pasar secara serius dan mendalam yang dikemas dalam bentuk kalimat yang saling berhubungan.

Sering ketemu dengan penjelasan yang hampir sama untuk sebuah kata kunci di mesin pencari? Biasanya, informasi tentang berita atau peristiwa sering mengalami pengulangan konten yang bisa dikatakan sangat lucu dan maaf – basi. Tak sedikit blogger yang kurang peduli akan hal ini yang penting bagi mereka adalah posting dan posting.

Padahal, dengan menyediakan waktu serta memanfaatkan fitur yang diberikan oleh mesin pencari, bukan tidak mungkin topik yang sama sekalipun akan berbeda penyajiannya. Sekali lagi, ini tidak terlepas dari research dari berbagai sumber terpercaya. Masalahnya, tidak semudah itu mendapatkan data yang dibutuhkan namun tak sesulit yang dibayangkan.

Query dari mesin pencari memiliki banyak fungsi dan menawarkan sesuatu yang Anda sendiri tak pernah bayangkan. Dengan konten yang berasal dari 4 hingga 6 situs berbeda akan mempermudah Anda membuat artikel yang unik dan menarik bahkan topik yang akan dibahas pun bisa meluas. Begitu juga dengan beberapa situs mulai dari video, PDF hingga article direktori bisa dijadikan sumber referensi yang memperluas wawasan.

Menyusun daftar pertanyaan guna memunculkan beberapa pembahasan dalam bahasa berbeda juga menambah kosa kata pengetahuan. Sebut saja saat Anda ingin membahas tentang mukena Amaly misalnya. Jika mengetikkan kata kunci di mesin pencari, beberapa sumber dengan penjelasan yang sama akan muncul. Nah, coba bermain dengan kalimat pertanyaan seperti ‘mengapa harus mukena Amaly’. Atau, bisa juga ‘bahan yang digunakan untuk mukena Amaly’ dan pertanyaan lainnya.

Tak Berarti Melakukan Research Terlalu Dalam

Sempurna menjadi satu target setiap orang sehingga mereka pun berusaha memberi yang terbaik. Hanya saja, terlalu memberi effort besar untuk menjadi sempurna juga harus dipertimbangkan karena tidak ada batasan tertentu dalam hal ini. Begitu juga dengan menulis artikel tentang topik yang akan dibahas.

Tak perlu menghabiskan waktu berjam jam untuk melakukan riset agar pembaca senang untuk membacanya. Ambil batasan tertentu dan gunakan imajinasi Anda untuk membuat konten semenarik mungkin. Karena disini juga diperlukan kecepatan dalam menyajikan informasi dan unik pastinya.

Mengabaikan SERPs?

Ada dua tipe blogger dalam menyajikan konten yaitu terlalu memikirkan apa yang diminta oleh mesin pencari dalam hal ini kebanyakan Google. Apakah keyword sudah diletakkan di awal paragrap, di tengah dan di akhir artikel? Atau, bagaimana dengan penggunaan bold, tulisan miring hingga tulisan bergaris bawah. Kemudian, bagaimana dengan keyword density yang harus mencapai sekian persen.

Terkadang, banyak sekali ditemukan tulisan yang terkesan “memaksa” untuk digunakan sebagai keyword. Kita ambil contoh keyword yang hendak ditembak adalah ‘jual baju muslim Jakarta’  misalnya. Nah, rasanya cukup geli saat membaca kalimat ‘ada beberapa pelaku usaha yang jual baju muslim Jakarta’. Padahal, boleh saja kalimat itu menggunakan tanda koma menjadi ‘ada beberapa pelaku usaha yang jual baju muslim, Jakarta dan sekitarnya menjadi lokasi terbaik.’

Sebaliknya, tidak sedikit blogger yang menginginkan konten yang mengalir begitu saja. Mereka terkesan mengabaikan ketentuan berapa banyak keyword yang harus diletakkan. Patokannya begitu sederhana, biarlah pengunjung yang akan menilai baik tidaknya isi atau value dari tulisan tersebut.

Tentu, jika berbicara tentang kualitas pastinya memberi apa yang diperlukan user itu lebih menghasilkan dalam jangka waktu lama. Kredibilitas pun disematkan tanpa perlu bingung akan perhitungan dari algoritma mesin pencari yang terus mengalami perubahan. Gak bingung lagi kan mencari bahan untuk dijadikan sebagai artikel berkualitas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.